Kegiatan Tata Kelola Perpustakaan
& Tugas Pengelola
Tata kelola perpustakaan semakin hari semakin rapi, dan semakin nyaman.
Nampaknya pihak perpustakaan melihat bahwa perspektif masyarakat terhadap
perpustakaan harus diubah. Jika dulu perpustakaan identic dengan cara-cara
konvensional dan membosan. Sekarang perpustakaan mengubah wajah menjadi lebih
fresh, menyenangkan dan praktis.
Perpustakaan Sekolah merupakan sarana penunjang pendidikan yang berada dalam lingkup dan bertugas menyediakan sumber belajar berupa koleksi kepada penggunanya baik bagi siswa, guru, maupun karyawan. Kumpulan bahan pustaka tersebut diorganisasikan secara sistematis dalam satu ruang sehingga dapat memudahkan siswa dalam memanfaatkan koleksi.
Perpustakaan sekolah mempunyai peran yang sangat penting sebagai salah satu penentu dari hasil pendidikan itu sendiri. Tanpa melibatkan peranan dan fungsi perpustakaan sekolah, merupakan suatu hal yang mustahil bahwa program-program pendidikan untuk meningkatkan kualitas anak didik akan tercapai sesuai tujuan yang diinginkan. Oleh karena itu keberadaan perpustakaan sekolah sangatlah berarti.
1. Mading Kreativa
Majalah Dinding merupakan salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang
bergerak di bidang tulis menulis yang berupaya untuk mengembangkan
gagasan, ide, minat dan bakat yang dimiliki siswa/siswi.
Materi yang diberikan dalam ekstrakurikuler Mading ini berhubungan
dengan kejurnalistikan seperti : dasar-dasar kejurnalistikan, teknik
menyusun berita dan feature, peliputan berita, menulis puisi, penyusunan
dan penulisan berita melalui media massa seperti Mading sekolah dan
buletin, dan lain – lain.
2. Pegiat Literasi
Berbicara tentang siswa maka tidak terlepas dari berbagai kegiatan yang dilakukan di sekolah, salah satunya tugas yang diberikan guru. Guru tidak hanya memberikan tugas individu saja tetapi juga tugas kelompok. Ada banyak manfaat yang bisa didapatkan siswa dari kegiatan kelompok, seperti terjalin kerjasama dengan siswa lainnya, bisa bertukar pikiran dengan siswa lainnya dan masih banyak lagi.
Tugas atau belajar kelompok bisa dilakukan di luar ruangan kelas, misalnya dilakukan di perpustakaan. Banyak siswa yang memilih belajar kelompok di perpustakaan karena di ruangan tersebut tersedia banyak buku pelajaran yang sangat dibutuhkan oleh siswa. Dengan begini maka belajar kelompok bisa berjalan lebih seru dan menyenangkan.
3. MPLS Perpustakaan Lagaligo
Semua sekolah mengadakan kegiatan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan
Sekolah) kepada siswa baru. Begitu pula UPT SPF SMPN 04 Makassar.
Pada
pekan pertama sekolah ini, siswa baru dikenalkan kepada lingkungan
belajarnya, teman-teman barunya, gurunya, kelasnya, dan
fasilitas-fasilitas lain yang ada di sekolah.
Salah satu fasilitas penunjang yang dikunjungi oleh siswa baru adalah
perpustakaan. Kami tim perpustakaan, memanfaatkan kegiatan ini untuk
memberikan pendidikan literasi informasi. Kami mengenalkan kepada mereka
tentang fungsi perpustakaan, visi dan misinya, tim yang mengelola, tata
tertibnya, macam-macam layanannya, dan cara menggunakan koleksi yang
ada. Mereka sangat memerlukan informasi ini, karena berada di sekolah
yang baru. Meskipun di SD mereka ada perpustakaan, tentu sangat berbeda
dalam hal koleksi, maupun tata aturannya.
4. Sosialisasi Kartu Anggota Perpustakaan
Sosialisasi awal dilaksanakan pada kegiatan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan
Sekolah)
kepada siswa. Selain itu, juga
dilakukan pembagian kartu pustaka sebagai bukti menjadi keanggotaan
perpustakaan sekolah. “Sosialisasi bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa-siswi UPT SPF SMPN 04 Makassar, tentang perpustakaan lagaligo, aturan meminjam buku,
dan fasilitas yang bisa digunakan sekaligus menjelaskan manfaat kartu anggota perpustakaan. Selain itu, juga dilakukan pendalaman tentang
pentingnya literasi.
Foto bersama kegiatan Pegiat Literasi
UPT SPF SMPN 04 MAKASSAR BERLOKASI DI JL.PONGTIKU NO.201
Diklat Perpustakaan Berbasis Digital bersama Perpustakaan
Lagaligo. ini diselenggarakan oleh Pusdiklat Perpusnas selama
10 hari mulai tanggal 30 Oktober sampai 09 November 2023.
Acara tersebut dilaksanakan
secara daring menggunakan zoom lewat web Eldika Perpusnas, acara ini tidak
dipungut biaya, bahkan peserta mendapat biaya ganti pulsa internet selama
mengikuti program ini.
Diklat ini diisi dengan
pemateri yang menjelaskan secara teori lalu peserta diberi tugas dan tes
formatif dan diakhir acara diadakan pos tes (review semua materi) dan observasi
lapangan.
Salah Satu staf perpustakaan Lagaligo terpilih untuk
mengikuti diklat Promosi Perpustakaan Berbasis Digital, dari 200 lebih peserta
yang mendaftar hanya 50 peserta yang terpilih.
Acara
pelatihan berjalan dengan lancar dan antusias tinggi yang ditunjukan oleh
banyaknya pertanyaan yang dilontarkan para peserta. Mengingat materi pelatihan
ini cukup memberikan gambaran bagaimana cara mengelola perpustakaan digital
serta mendukung tujuan dari suku dinas dalam pencapaian inovasi 2023.
Harapannya, materi yang diberikan oleh narasumber bisa bermanfaat dalam
penerapan perpustakaan digital di sekolah.